Flu vs Rinitis Alergi, Kenali Perbedaannya!
Pelajari lebih lanjut mengenai perbedaan gejala antara flu dan rinitis alergi.
Pelajari lebih lanjut mengenai perbedaan gejala antara flu dan Rinitis alergi.
Flu dan gejala rinitis alergi merupakan dua kondisi yang berbeda. Meski keduanya memiliki gejala-gejala yang mirip, seperti hidung berair dan bersin-bersin, penyebab, proses, dan pilihan perawatannya sangatlah berbeda. Agar dapat menanganinya secara tepat, Anda perlu mengenali gejala dan juga faktor penyebabnya.
Simak artikel berikut ini.
Penyebab dan pemicu
Flu
Flu atau influenza disebabkan oleh virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Virus ini biasanya menyebare saat seseorang bersin, batuk, atau berbicara. Faktor-faktor lingkungan seperti cuaca dingin dan tempat keramaian bisa memfasilitasi pemindahan flu. Ia juga sering terjadi saat musim hujan yang membuat flu menjadi penyakit paling umum yang terjadi.
Rinitis alergi
Di sisi lain, rinitis alergi adalah respon sistem imun terhadap alergen seperti serbuk sari, tungau debu, ketombe hewan peliharaan, atau jamur. Tidak seperti flu, alergi tidak bisa ditularkan dan bisa terjadi sepanjang tahun atau musiman. Rinitis dipicu saat sistem imun salah mengenali bahan tidak berbahaya sebagai ancaman. Ia kemudian melepaskan histamin yang menyebabkan gejala-gejala khas seperti mata gatal dan pilek.
Kenali perbedaan antara gejala rinitis alergi dengan flu
Tiap penderita rinitis alergi memiliki gejala yang berbeda-beda. Gejala-gejala tersebut biasanya tetap berlanjut selama Anda terpapar pada alergen.
Gejala yang biasanya sering terjadi adalah:
- Bersin, pilek, atau hidung tersumbat
- Mata terasa gatal atau berair
- Gatal di mulut dan tenggorokan
- Muncul ruam pada kulit
- Batuk
Tidak seperti flu, alergi tidak menyebabkan demam atau sakit pada tubuh. Gejala rinitis alergi bisa memicu ketidaknyamanan yang berlanjut, memengaruhi kualitas tidur, dan aktivitas sehari-hari jika tidak dirawat.
Gejala rinitis alergi biasanya terjadi saat Anda terpapar oleh alergen seperti serbuk sari, debu, jamur, bulu binatang, dan sebagainya. Sementara jika Anda mengalami flu, umumnya hanya akan berlangsung selama 3-7 hari.
Jika Anda terkena virus flu, umumnya akan merasakan gejala seperti:
- Bersin
- Pilek, dan hidung tersumbat
- Sakit kepala
- Demam atau menggigil
- Nyeri pada sendi
- Sakit tenggorokan
- Batuk
Gejala-gejala ini biasanya lebih parah daripada demam biasa dan berlangsung satu hingga dua minggu. Selain itu, flu bisa memicu komplikasi seperti pneumonia, yang biasa terjadi pada orang tua, anak-anak, atau orang dengan kondisi kronis.
Ciri-ciri spesifik gejala rinitis alergi dan flu
Gejala rinitis alergi dan flu memang memiliki kemiripan, tetapi ada beberapa tanda-tanda yang bisa membantu Anda untuk mengetahui perbedaannya, yaitu:
Gejala rinitis alergi
- Merasakan gatal pada mata
- Lendir ingus yang encer dan bening
Gejala flu
- Pegal, dan nyeri otot di sekujur tubuh
- Demam dan menggigil
- Lendir ingus yang kental dan berubah warna
- Jika mengalami gejala yang berkepanjangan, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan secara tepat.
Penanganan dan pencegahan
Penanganan untuk flu berfokus pada meredakan gejala-gejalanya dan membantu penyembuhan. Istirahat yang cukup, memenuhi asupan cairan, dan menggunakan obat-obatan seperti pereda nyeri dan dekongestan adalah hal yang umum dilakukan.Obat alergi flu seperti antiviral mungkin diresepkan pada kasus-kasus yang parah atau bagi penderita yang berisiko tinggi komplikasi. Mencegah flu bisa dilakukan dengan menjaga kehigienisan yang baik, seperti dengan mencuci tangan dan mendapatkan vaksin flu tahunan.Mengatasi rinitis alergi melibatkan pengurangan paparan terhadap alergen dan mengurangi gejala-gejalanya. Memanfaatkan khasiat antihistamin seperti Telfast® adalah cara efektif dalam memblokir histamin dan meredakan gejalanya dengan cepat.Untuk mencegah gejala timbul lagi, Anda bisa menggunakan air purifier, menjaga jendela tetap tertutup selama musim bunga, dan rutin membersihkan rumah setiap hari untuk mengurangi alergen dengan signifikan.